Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Jumlah Desa Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pasuruan Meningkat

Jumlah desa yang terdampak kekeringan di Kabupaten Pasuruan semakin meningkat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan melaporkan bahwa satu desa baru, yaitu Desa Petung di Kecamatan Pasrepan, telah mengalami kekeringan. Dengan tambahan desa ini, total desa yang terkena dampak kekeringan kini menjadi 19 desa yang tersebar di lima kecamatan.

Desa-desa yang mengalami kekeringan termasuk Desa Semedusari, Wates, Pasinan, dan Balonganyar di Kecamatan Lekok. Selain itu, terdapat Desa Watulumbung, Kedungrejo, Bulukandang, dan Pancur di Kecamatan Lumbang. Desa Sumberjo dan Kedungrejo juga terdampak di Kecamatan Winongan. Di Kecamatan Kejayan, terdapat Desa Kedungpengaron, Klangrong, dan Ambal-ambil. Terakhir, di Kecamatan Pasrepan ada Desa Ngantungan, Pasrepan, Klakah, Mangguan, Petung, dan Sibon.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Dimas Kriz Asmoro, mengungkapkan bahwa penambahan satu desa terdampak kekeringan adalah hasil dari asesmen yang dilakukan setelah adanya laporan dari warga. “Ketika ada laporan dari desa, maka kami lakukan asesmen dulu. Jika sudah dinyatakan darurat kekeringan, maka dropping air bersih bisa segera dilakukan,” jelas Dimas.

Dropping air bersih terus dilakukan di semua desa yang terdampak. Saat ini, ada empat tangki air yang sudah disiagakan untuk melakukan pengiriman air bersih, dan ditempatkan di lokasi yang bisa diakses oleh seluruh warga. Namun, untuk Desa Petung, proses pendistribusian air bersih baru akan dimulai pada Selasa, 1 Oktober 2024. “Khusus ke Desa Petung, pengiriman air bersih mulai dilakukan esok hari tanggal 1 Oktober dan semuanya dibackup oleh BPBD Provinsi Jawa Timur,” tambahnya.

Kekeringan adalah situasi di mana suatu daerah mengalami kurangnya pasokan air, yang dapat disebabkan oleh penurunan curah hujan atau perubahan iklim. Kekeringan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama di sektor pertanian dan kebutuhan air bersih.