Pemerintah Kota Blitar baru saja meluncurkan aplikasi bernama Detak-C yang berbasis Android. Aplikasi ini dirancang sebagai alternatif bagi masyarakat untuk melakukan deteksi dini gejala penyakit jantung, terutama nyeri dada. Peluncuran aplikasi berlangsung pada hari Senin, 23 September, di Balaikota Koesoemo Wicitro dan dihadiri oleh Walikota Blitar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dharma Setiawan, menjelaskan bahwa aplikasi Detak-C memiliki fitur tanya jawab yang memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi risiko penyakit jantung berdasarkan gejala yang mereka alami. “Aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan jantung,” katanya.
Pengguna dapat mengunduh aplikasi Detak-C secara gratis melalui Google Play Store. Jenis aplikasi ini sangat berguna, mengingat penyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Deteksi dini dapat meningkatkan peluang pengobatan yang lebih efektif.
Walikota Blitar juga memberikan apresiasi atas peluncuran aplikasi ini. Beliau berharap dengan adanya Detak-C, masyarakat akan lebih mudah mengakses informasi tentang kesehatan jantung. “Semoga masyarakat bisa melakukan deteksi dini jika mengalami gejala yang mencurigakan,” ujar Walikota.
Aplikasi ini diharapkan bisa menjadi alat bantu yang praktis dan mudah untuk membantu masyarakat menjaga kesehatan jantung mereka. Dengan semakin banyaknya informasi yang dapat diakses dengan cepat, pencegahan penyakit jantung dapat dilakukan lebih efektif.
