Pemerintah Kota Probolinggo terus berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sanitasi. Dalam sebuah acara yang diadakan pada Senin (29/7) pagi, Penjabat Wali Kota Nurkholis meresmikan program Open Defecation Free (ODF) di RT 4 RW 2 Kelurahan Kedunggaleng. Acara ini menjadi momen penting dalam upaya menghentikan praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Dalam acara tersebut, Nurkholis meresmikan pembangunan jamban dan tangki septik individu untuk salah satu rumah warga yang menerima bantuan. "Kami yakin bahwa hingga akhir tahun 2024, seluruh masyarakat Kota Probolinggo akan memiliki akses sanitasi yang aman," ungkap Nurkholis.
Program sanitasi ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian PUPR, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Korpri Kota Probolinggo. "Dinas PU sudah menganggarkan dana dari dua sumber berbeda, ditambah bantuan dari Ketua Korpri serta Baznas. Alhamdulillah, Insya Allah tahun ini kami targetkan ODF," tambah Nurkholis.
Program ODF berfungsi untuk mendorong masyarakat agar tidak lagi melakukan BABS, yang dapat menyebabkan risiko kesehatan. Dengan adanya jamban dan sanitasi yang baik, diharapkan kualitas hidup masyarakat akan meningkat secara keseluruhan.
Langkah ini merupakan satu dari sekian banyak upaya Pemerintah Kota Probolinggo dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Dalam jangka panjang, diharapkan program ini dapat mengurangi angka penyakit yang disebabkan oleh masalah sanitasi.
Pemerintah Probolinggo sanitasi aman ODF kesehatan masyarakat
