Pemerintah Kota Batu telah berhasil meraih prestasi di tingkat nasional dengan meraih Juara Harapan I pada ajang tahunan Expo Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2024. Acara ini berlangsung dari tanggal 26 hingga 29 Juli 2024 di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Expo ini merupakan pameran inovasi yang menampilkan berbagai produk dan teknologi di bidang pertanian, perikanan, investasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan koperasi.
Stand Pemerintah Kota Batu menjadi satu-satunya perwakilan dari pemerintah kota yang mendapatkan penghargaan dalam kategori Agrobisnis Pemerintah Daerah. Juara I adalah Dinas Perkebunan Provinsi Muara Enim, sementara Juara II diraih oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kutai Timur. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan berhasil membawa pulang Juara III. Selain itu, Juara Harapan II dan III masing-masing diraih oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat serta Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.
Penilaian terhadap stand terbaik dilakukan oleh dewan juri dengan mempertimbangkan beberapa kriteria. Kriteria tersebut meliputi penampilan keindahan desain stand, baik dari sisi eksterior maupun interior, kualitas materi informasi yang dipamerkan, serta keterampilan dan penampilan petugas stand. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa stand Kota Batu berusaha memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung.
Dalam pameran kali ini, stand Pemerintah Kota Batu menampilkan kekayaan hortikultura dan tanaman hias khas kota tersebut. Salah satu daya tarik yang mencuri perhatian adalah Anggrek Dendrobium dengan tinggi lebih dari 2 meter. Selain itu, produk-produk lokal lainnya seperti Apel Romebeauty, Apel Manalagi, Jeruk Keprok 55, dan Jambu Kristal juga mendapatkan antusiasme tinggi dari para pengunjung. Selain buah segar, stand ini juga menyajikan aneka olahan, seperti kripik apel, kripik sayur, sari apel, dan sari strawberry, serta berbagai bunga hias yang memukau.
Keunikan pameran ini tidak hanya terletak pada produk yang ditawarkan, tetapi juga pada interaksi langsung antara pengunjung dan petugas stand. Setiap pengunjung diajak untuk berinteraksi, dan hasil interaksi tersebut direkam dalam bentuk vlog yang kemudian dipublikasikan ke berbagai media sosial. Dengan cara ini, Pemerintah Kota Batu berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah mereka melalui promosi yang lebih luas dan eksplorasi produk lokal yang menarik.
Pj Wali Kota Batu mengharapkan bahwa ke depannya, stand kota ini bisa lebih inovatif dan menampilkan lebih banyak produk pertanian serta UMKM untuk lebih meningkatkan daya tarik wisata. Fokus pada keberagaman produk dan teknologi menjadi langkah penting dalam mempromosikan potensi sumber daya lokal kepada masyarakat luas.
