Persatuan Pimpinan Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) baru saja mengambil keputusan penting. Mereka menunjuk Muhadjir Effendi sebagai ketua tim pengelola tambang. Keputusan ini diambil setelah PP Muhammadiyah menerima izin usaha pertambangan (IUP) dari pemerintah. Dengan adanya izin ini, Muhammadiyah berencana untuk terlibat dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan bahwa penunjukan Muhadjir adalah langkah strategis. Namun, penting untuk dicatat bahwa penunjukan ini tidak terkait dengan posisi Muhadjir sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah ingin fokus pada pengelolaan tambang secara mandiri, tanpa campur tangan posisi politik lainnya.
Muhadjir Effendi sendiri mengaku terkejut dengan penunjukan ini. "Saya baru mengetahui tentang penunjukan saya sebagai ketua tim pengelola tambang Muhammadiyah," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa saat ini belum ada rencana untuk berkomunikasi dengan Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), mengenai keputusan ini.
Keputusan PP Muhammadiyah untuk menerima IUP dan menunjuk Muhadjir menunjukkan komitmen mereka untuk memanfaatkan sumber daya alam dengan cara yang bertanggung jawab. Ini juga berarti bahwa mereka berencana mengembangkan proyek yang dapat berkontribusi pada ekonomi dan masyarakat.
