Penyanyi terkenal Nelly, atau nama aslinya Cornell Haynes, kembali menjadi sorotan publik setelah dua dekade merilis album pertama yang sukses, 'Country Grammar'. Kali ini, ia menghadapi gugatan dari rekan-rekannya di grup hip-hop St. Lunatics. Mereka menuduh Nelly menutup kredits dan royalti yang seharusnya mereka terima.
Dalam dokumen gugatan yang diajukan di pengadilan federal Manhattan, para pengacara St. Lunatics menyatakan bahwa Nelly telah “memanipulasi” mereka. Mereka merasa Nelly membujuk mereka untuk percaya bahwa mereka akan menerima kompensasi yang layak atas kontribusi mereka dalam album tersebut. Album 'Country Grammar' sendiri, yang dirilis pada tahun 2000, mencetak sejarah dengan menduduki puncak tangga lagu Billboard selama lima minggu berturut-turut.
Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya keadilan dalam industri musik. Setiap anggota grup berhak mendapatkan penghargaan yang setimpal untuk kerja keras mereka. Perkembangan kasus ini akan menarik untuk disaksikan, terutama bagi para penggemar musik hip-hop dan penggiat industri musik.
