Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Pentingnya Kemampuan Literasi untuk Generasi Muda

Kemampuan literasi adalah salah satu kunci penting untuk meraih kesuksesan di masa kini. Literasi sendiri adalah kemampuan untuk membaca, menulis, dan memahami informasi. Dengan kemampuan literasi yang baik, seseorang dapat menganalisis, mengelola informasi, dan berkomunikasi dengan efektif. Oleh karena itu, peningkatan literasi sangat diperlukan, terutama bagi generasi muda.

Ajakan ini disampaikan oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko saat menghadiri Peringatan Hari Aksara Internasional di Halaman Gedung Terpadu Ponorogo pada Rabu, 18 September 2024. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan pentingnya penguatan kualitas generasi penerus bangsa.

“Di Hari Aksara Internasional ini mari kita pikir bersama bahwa penguatan kualitas generasi penerus, kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara itu salah satunya melalui literasi,” ucapnya dengan tegas.

Kang Bupati Sugiri mengungkapkan komitmennya untuk memberantas buta huruf di Kota Reog. Selain itu, ia juga menekankan perlunya meningkatkan kemampuan literasi masyarakat yang sudah memiliki kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung, atau calistung.

“Kita berkomitmen bersama-sama untuk memperbaiki di setiap lini kehidupan, termasuk bagaimana kita mencanangkan jangan sampai ada buta aksara, buta huruf, atau kualitas pendidikan tidak bagus,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Nurhadi Hanuri, menjelaskan bahwa Pemkab Ponorogo telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan literasi di masyarakat. Salah satunya melalui pendidikan non formal seperti Satuan Pendidikan Kecamatan (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).

“Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui bidang PNF bertanggung jawab penuh untuk bisa menyelesaikan lama belajar warga dan juga untuk menuntaskan program agar tidak buta aksara,” ungkapnya.

Nurhadi juga menambahkan bahwa pendidikan non formal ini bisa membantu masyarakat meningkatkan value dan kemampuan mereka agar lebih mandiri. “Kita berusaha memberikan layanan kepada semua masyarakat agar semua melek kemajuan. Ilmu pengetahuan yang saat ini yang trend adalah bagaimana menggiring literasi digital, literasi ekonomi, literasi politik, literasi budaya dan sebagainya mampu dihadirkan dalam masyarakat sehingga bisa berdaya sesuai kemampuan masing-masing,” lanjutnya.

Pentingnya kemampuan literasi harus dipahami oleh setiap lapisan masyarakat. Komitmen dari pemerintah dan dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan generasi yang cerdas dan berdaya saing.