Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Pemerintah Kota Batu Salurkan BLT DBHCHT kepada Pekerja Pabrik Rokok

Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Sosial menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada Rabu, 18 September 2024. Acara berlangsung di Jambuluwuk Convention Hall, Kelurahan Songgokerto, dan dihadiri oleh 182 pekerja pabrik rokok yang ber-KTP Kota Batu.

BLT ini bertujuan untuk membantu meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya bagi buruh pabrik rokok di tengah kondisi inflasi. Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam jangka waktu tertentu, yang melahirkan kebutuhan akan bantuan seperti ini.

Dewi Islamiati, Pejabat Fungsional Pekerja Sosial Dinas Sosial Kota Batu, menjelaskan bahwa setiap penerima BLT akan mendapatkan Rp 300.000 per bulan selama 10 bulan. "Total dana yang akan disalurkan untuk 182 pekerja adalah Rp 327.600.000 untuk tahap pertama dengan rincian Rp 1.800.000 untuk tiap penerima," ujar Dewi.

Pencairan bantuan ini akan dilakukan dalam dua tahap. Tak hanya itu, tahap kedua akan memberikan bantuan sebesar Rp 218.400.000 dengan rincian Rp 1.200.000 untuk masing-masing pekerja.

MD. Forkan, Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Batu, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk membantu masyarakat. "Semoga BLT yang diperoleh dapat digunakan secara bijak dan bermanfaat dalam meningkatkan daya ekonomi masyarakat," tutup Forkan.

Emilyati, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Batu, menambahkan bahwa penggunaan anggaran untuk program bantuan ini memang menantang, tetapi sangat dibutuhkan. "Bantuan ini memberikan manfaat yang luar biasa bagi masyarakat, khususnya para pekerja pabrik rokok," pungkasnya.