Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Lima Atlet Badminton Kabupaten Raih Medali Perunggu di PON XXI

Dalam pekan olahraga nasional, PON XXI, lima atlet badminton dari Kabupaten Pasuruan berhasil menambah koleksi medali perunggu untuk kontingen Jawa Timur. Atlet tersebut adalah Yovandika, Cleopas Binar, W Krisnawardhani, Nadia Marshela, dan Dwi Nur Septiani. Mereka meraih medali perunggu dalam kategori beregu putra dan beregu putri.

Pelatih PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) Jawa Timur, Erwin Rendana Purnomo, menjelaskan bahwa kedua tim dari Jawa Timur harus menghadapi kekalahan di babak semifinal. Tim beregu putra harus mengakui keunggulan Tim DKI Jakarta, sementara tim beregu putri kalah dari Tim Jawa Barat.

“Beregu putra di laga semifinal dikalahkan kontingen Jakarta dan beregu putri kalah oleh Tim Jawa Barat. Secara otomatis, Jatim dapat medali perunggu,” kata Erwin melalui sambungan telepon pada Selasa, 17 September 2024.

Erwin juga menambahkan bahwa kelima atlet tersebut juga berpartisipasi di nomor perseorangan. Sampai berita ini ditulis, Yovandika dan Cleopas Binar berhasil mencapai babak semifinal yang dijadwalkan pada Rabu, 18 September 2024. Namun, mereka hanya berlaga di sektor ganda putra dengan pasangan masing-masing. Yovandika berpasangan dengan M. Fadel Ilyas, dan Cleopas berpasangan dengan Gilang Krisandi Toyo.

“Besok akan melawan Jawa Barat,” ujar Erwin, singkat. Saat ditanyakan tentang peluang menang, Erwin menilai kansnya adalah 50-50. Dia mengatakan, “Kalau percaya diri, tampil dominan, dan menguasai permainan lawan, ya pasti menang. Kuncinya itu.”

PON kali ini diadakan di GOR PBSI yang berada di Medan. Erwin menyatakan bahwa persaingan untuk kontingen Jawa Timur sangat ketat, bukan hanya dari tuan rumah, tetapi juga dari atlet-atlet Jawa Barat dan Jawa Tengah yang memiliki potensi serupa.

“Mudah-mudahan kami bisa menambah medali lagi,” harap Erwin dengan penuh optimisme.