Pada hari Minggu (28/7), Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengumumkan bahwa Rusia tidak akan lagi terikat dengan moratorium penempatan senjata serbu jarak menengah dan pendek. Hal ini disampaikan menyusul rencana Amerika Serikat untuk menempatkan senjata di Jerman.
Senjata yang dimaksud termasuk jenis-jenis canggih seperti SM-6, Tomahawk, dan rudal hipersonik yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan. Tomahawk dan SM-6 adalah tipe rudal yang digunakan untuk serangan presisi, sementara rudal hipersonik merupakan teknologi terbaru yang dapat bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan dapat sulit dideteksi oleh sistem pertahanan.
Moratorium adalah kesepakatan untuk tidak melakukan aktivitas tertentu, dalam hal ini, penempatan senjata. Dengan keputusan ini, Putin menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan AS dan memperingatkan kemungkinan meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Keputusan ini dikhawatirkan dapat menambah ketegangan dalam hubungan internasional dan memicu perlombaan senjata baru, yang berdampak pada keamanan global.
Masyarakat internasional kini menunggu respons dari Amerika Serikat mengenai pernyataan Putin ini dan langkah apa selanjutnya yang akan diambil oleh kedua negara.
