Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Keberatan Terhadap Pertunjukan Pembukaan Olimpiade Paris

Organisasi di balik Olimpiade Paris telah meminta maaf kepada siapa saja yang merasa tersinggung oleh penampilan yang menyerupai "Perjamuan Terakhir" selama upacara pembukaan. Meski demikian, mereka menegaskan bahwa urutan tersebut tidak terinspirasi oleh lukisan terkenal Leonardo da Vinci dan tidak bermaksud untuk mengejek atau menyinggung pihak manapun.

Pertunjukan tersebut menampilkan sosok Dionysus, dewa Yunani yang dikenal sebagai dewa anggur, yang diambil dari karya seni yang lebih besar. Menurut laporan, pertunjukan itu berlandaskan pada lukisan "The Feast of the Gods," sebuah karya dari seniman Belanda, Jan Harmensz van Biljert, yang diciptakan pada abad ke-17. Lukisan ini menggambarkan sekumpulan dewa-dewa Yunani yang berkumpul di Gunung Olympus untuk merayakan pernikahan Thetis dan Peleus.

Majelis dewa-dewi ini dikenal sebagai momen penting dalam mitologi Yunani, karena mereka sering mewakili berbagai aspek kehidupan manusia serta perayaan dalam budaya kuno. Karya seni ini menunjukkan keindahan dan kekuatan dewa-dewa dalam tradisi Yunani.

Permintaan maaf ini menunjukkan sensitivitas dari pihak penyelenggara terhadap pengaruh seni dan budaya dalam acara besar seperti Olimpiade. Meskipun gagal memenuhi harapan sebagian orang, upacara pembukaan tetap menjadi bagian penting dalam sejarah olahraga dunia.