Ponorogo, 17 September 2024 - Pendonor darah dianggap layak menyandang gelar "Pahlawan Kemanusiaan". Hal ini disampaikan oleh Bupati Sugiri Sancoko saat memberikan penghargaan kepada 42 pendonor yang telah melakukan donor darah sebanyak 50 hingga 75 kali. Acara penghargaan berlangsung di Pringgitan Rumah Dinas Bupati.
Bupati Sugiri mengungkapkan rasa bangganya dan berpesan, "Kalau tidak ada orang seperti panjenengan, bagaimana nasib bangsa ini. Effort mereka dahsyat, mereka tidak tahu siapa yang dibantu, yang jelas waktunya donor darah ya donor." Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya kontribusi setiap pendonor dalam membantu sesama.
Dia juga berharap agar dedikasi para pendonor dapat menjadi teladan bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus melakukan perbuatan mulia dengan menolong orang lain. "Ikhlas ini tidak hanya pahala tetapi mampu memberikan teladan kepada generasi penerus," ujarnya, menekankan nilai penting dari keikhlasan.
Sementara itu, Luhur Karsanto, Ketua PMI Ponorogo, menjelaskan bahwa 42 pendonor yang mendapatkan penghargaan ini merupakan tambahan bagi jumlah pendonor yang telah menyumbangkan darah lebih dari 50 kali. "Beberapa waktu lalu, tujuh orang pendonor darah yang mencapai 100 kali juga mendapat penghargaan dari Presiden," kata Luhur. Ia menambahkan, kehadiran pendonor yang sehat sangat penting karena adanya proses perbaruan sel darah di tubuh mereka.
Pendidikan mengenai pentingnya donor darah juga menjadi fokus PMI. Luhur menyatakan bahwa ketersediaan darah adalah tanggung jawab besar organisasi tersebut. "Oleh karena itu, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan untuk menjaga komitmen dan tanggung jawab tersebut," jelasnya lebih lanjut, menekankan pentingnya pelestarian kegiatan donor darah untuk menjaga stabilitas ketersediaan darah di masyarakat.
