Hillary Clinton, mantan menteri luar negeri Amerika Serikat, telah memberikan dukungannya kepada penyanyi pop terkenal, Taylor Swift. Ini terjadi setelah Taylor Swift menerima kritik dari berbagai tokoh, termasuk Donald Trump dan Elon Musk, setelah dia mengumumkan dukungannya kepada Kamala Harris dalam pemilihan presiden 2024.
Dalam pernyataan yang dibuat, Clinton menyatakan bahwa dukungan Swift terhadap Harris mengirimkan pesan yang kuat. “Saya adalah pengagum berat Taylor. Saya percaya dukungannya memiliki dampak yang nyata,” ujar Clinton.
Sehari setelah debat presiden yang diselenggarakan pada 10 September 2023, Swift akhirnya berani berbicara mengenai pemilihan mendatang dan secara resmi mendukung Harris. Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan panas tentang calon presiden yang akan maju dalam pemilihan mendatang.
Dukungan dari tokoh-tokoh publik seperti Clinton dan Swift sangat diperhatikan, terutama di kalangan pemilih muda. Hal ini dapat mempengaruhi keputusan pemilih dalam memilih calon yang akan mereka dukung.
