Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Integrasi Layanan Kesehatan di Ponorogo untuk Semua Usia

Pemerintah Kabupaten Ponorogo berkomitmen untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi warganya dari mulai janin hingga usia lanjut. Pada Senin, 9 September 2024, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, bersama Wakil Bupati Bunda Lisdyarita secara resmi meluncurkan program Integrasi Layanan Primer (ILP) di Gedung Sasana Praja Ponorogo.

Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningaeri, menjelaskan bahwa program ILP tahun 2024 melibatkan 31 puskesmas, 29 puskesmas pembantu, 2 ponkesdes, dan posyandu di 39 desa yang tersebar di Kota Reog. ILP dirancang untuk memberikan layanan kesehatan yang komprehensif, mencakup berbagai tahap kehidupan manusia.

Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan sistem yang menggabungkan berbagai layanan kesehatan dengan tujuan memberikan perawatan yang lebih efektif dan efisien. Program ini akan melayani berbagai aspek kesehatan mulai dari promotif, atau upaya untuk meningkatkan kesehatan, preventif, yang berfokus pada pencegahan penyakit, kuratif untuk pengobatan, rehabilitatif, dan paliatif, yang diperuntukkan bagi pasien dengan penyakit berat.

Menurut Dyah, dari total 1.134 posyandu yang ada, sudah ada 147 yang dilibatkan dalam program ILP. "Kita manfaatkan digitalisasi sehingga terkoordinasi menjadi satu. Ini terus kita dorong dari semua Posyandu agar bisa ILP," katanya. Digitalisasi di sini berarti menggunakan teknologi untuk membantu mengelola data dan informasi kesehatan dengan lebih baik.

Bupati Sugiri Sancoko berharap agar program ILP ini dapat diterapkan di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kabupaten Ponorogo. Ia yakin bahwa dengan layanan yang terintegrasi, akses serta kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat akan meningkat. "Dalam upaya agar generasi penerus semakin berkualitas, integrasi layanan primer itu penting," ungkapnya.