Keberlanjutan lingkungan hidup menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan Kabupaten Ponorogo. Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Bunda Lisdyarita telah merancang berbagai program strategis untuk mencapainya. Hal ini diungkapkan oleh Bunda Lisdyarita saat pembukaan sosialisasi pembangunan infrastruktur hijau dan pengolahan sampah yang berlangsung pada Senin, 9 September dan Selasa, 10 September. Acara ini diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama anggota DPR RI, Ibnu Multazam, di Aula Gedong.
Bunda Lisdyarita mengungkapkan, "Saat ini udara semakin panas, ketika musim kemarau sangat panas, dan air sulit didapat. Ketika musim hujan, kita menghadapi banjir. Fenomena ini harus menjadi pengingat kita bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan." Pernyataan ini menggambarkan tantangan yang dihadapi Ponorogo terkait perubahan iklim, yaitu peningkatan suhu, kekeringan, dan banjir yang semakin sering terjadi.
Dalam sosialisasi tersebut, beberapa program yang direncanakan diantaranya pembagian kompos bag, pembuatan biopori, penghijauan, serta pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola sampah dengan baik.
“Kami, bersama Bapak Bupati, memikirkan bagaimana agar di Ponorogo air mudah didapat, udara bersih, lingkungan bersih, dan sehat,” kata Bunda Lisdyarita.
Namun, ia menekankan bahwa untuk menjaga lingkungan hidup, keterlibatan masyarakat adalah kuncinya. Ia mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lestari. "Kita tidak bisa sendiri. Kita perlu keterlibatan panjenengan semua. Minimal, mari pilih, pilah, dan olah sampah dengan baik," ajaknya.
Lewat inisiatif tersebut, diharapkan warga Ponorogo dapat lebih peduli terhadap lingkungan dan berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan serta kelestarian alam di daerah mereka.
