Pasuruan, Kota Madinah - Acara haul KH. Abdul Hamid yang ke-43 menarik perhatian puluhan ribu jamaah di Kota Pasuruan. Jalan-jalan sekitar Pondok Pesantren Salafiyah, Alun-Alun Kota Pasurun, hingga Jl. Balaikota dipenuhi oleh jamaah yang sangat antusias. Bahkan, Jalan Belitung dan Jalan KH. Wachid Hasyim pun turut ramai oleh para tamu yang hadir.
Para jamaah sangat rela berpanas-panasan dan berdesak-desakan untuk mengikuti momen penting ini. Haul adalah peringatan untuk mengenang seorang tokoh atau ulama yang telah wafat, dan dalam acara ini, ribuan orang berkumpul untuk menghormati KH. Abdul Hamid.
Acara haul ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah dan puluhan ulama, kiai, serta habaib. Di antara pejabat yang hadir adalah Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, dan Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo. Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Pasuruan dan kepala daerah lainnya.
Para ulama terkemuka seperti KH Zulfa Mustofa, KH Agus Ali Masyhuri, dan Habib Jindan bin Novel bin Jindan juga meramaikan acara ini. Kehadiran mereka sangat penting dalam menambah makna acara haul yang dijalankan dengan khidmat.
Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, mengungkapkan bahwa pihak pemerintah telah melakukan persiapan matang. "Pemerintah Kota Pasuruan melakukan berbagai upaya dalam melayani jamaah haul ini. Ada ribuan petugas, termasuk TNI, Polri, Satpol PP, Petugas PMI, dan Petugas Dinas Kesehatan," ujar Adi Wibowo usai acara. Dia juga menekankan pentingnya menyediakan fasilitas seperti keamanan, kesehatan, dan tempat istirahat bagi para jamaah.
Adi Wibowo juga meminta maaf jika ada hal yang kurang memuaskan selama acara ini. "Saya atas nama pemerintah Kota Pasuruan, meminta maaf kepada KH. Idris Hamid dan para jamaah haul yang hadir jika ada yang kurang berkenan," tuturnya.
Sementara itu, KH. Idris Hamid, dalam sambutannya, mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang membantu mensukseskan acara haul ini. "Terima kasih kepada semua pihak, terutama warga Pasuruan dan Pemerintah Kota Pasuruan. Semua berkontribusi, mulai dari polisi, TNI, hingga Banser," ujarnya.
Acara haul ini tidak hanya menjadi ajang pengingat nilai spiritual, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan gotong royong di kalangan warga. Haul KH. Abdul Hamid diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bagian dari tradisi kota ini.
