Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Tradisi Cowekan Hidup Kembali di Peringatan Maulid Nabi di Pasuruan

Di Indonesia, penggunaan cobek, atau yang sering disebut cowekan, semakin jarang ditemukan. Cobek biasanya digunakan sebagai wadah untuk menyajikan beragam makanan seperti kue, nasi, dan buah-buahan. Masyarakat kini lebih memilih menggunakan wadah plastik atau stainless steel. Namun, di Kabupaten Pasuruan, tradisi cowekan justru dihidupkan kembali.

Pada hari Selasa, 10 September 2024, Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan menghadirkan ratusan cowek sebagai wadah untuk sajian makanan khas dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara tersebut berlangsung di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Graha Maslahat, dihadiri oleh lebih dari 350 ibu-ibu yang mengikuti pengajian.

Berbagai makanan khas Maulid Nabi disajikan dalam cowek-cowek tersebut, termasuk nasi kuning, berbagai buah-buahan, dan kue tradisional. Penunjukan cowek sebagai wadah makanan mendapat sambutan hangat dari para undangan. Berbagai organisasi seperti PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Perwosi turut hadir, termasuk para Kepala OPD perempuan dan istri anggota Forkopimda.

Salah satu peserta pengajian, Anita, berbagi pendapatnya. Ia mengatakan, “Cobeknya besar dan bagus sekali. Lumayan kalau pengen rujakan atau bikin sambel dengan porsi banyak, bisa dipakai." Ini menunjukkan betapa banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dari cobek.

Pj Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Ny Luhur Ngudi Setyaningrum, menjelaskan bahwa tradisi cowekan memiliki filosofi penting. “Cowek itu kan dari tanah, unsur dasar kehidupan itu tanah, yang kemudian dibakar dan dikeraskan menjadi alat serbaguna. Itu gambaran bahwa manusia itu ditempa dengan ujian atau masalah, sehingga bisa menjadi manusia yang berkembang dan bermanfaat,” ujarnya.

Lebih jauh, Ny Luhur mengungkapkan bahwa dengan menggunakan ratusan cowek, mereka juga memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM) serta warga lokal yang membuat gerabah. Ia menekankan pentingnya memberdayakan sumber daya lokal dengan mengatakan, "Semua oleh-oleh berasal dari kearifan lokal sekitar. Kita berdayakan yang terdekat daripada yang jauh-jauh."

Acara tersebut ditutup dengan siraman rohani dari Nyai Hj Imamah, yang mengajak semua undangan untuk meneladani Rasulullah SAW sebagai pribadi yang membawa rahmat bagi seluruh alam.