Selama sebulan terakhir, Kabupaten Pasuruan mengalami peningkatan jumlah kebakaran yang cukup signifikan. Tercatat ada 27 kejadian kebakaran, yang berarti hampir setiap hari ada insiden kebakaran, terutama di lahan terbuka dekat pemukiman warga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengungkapkan bahwa banyaknya kebakaran ini disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut Sugeng, salah satu penyebab utama adalah tindakan warga yang diduga membakar sampah tanpa pengawasan. “Kami tidak bisa menyimpulkan, tapi menduga sampah sengaja dibakar tapi kemudian tidak diawasi alias ditinggal. Inilah yang bahaya, karena kobaran api semakin besar ditambah dorongan angin kencang,” ujarnya.
Dalam kejadian terbaru yang terjadi di Dusun Ngayunan, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji pada Senin sore (9/9/2024), kebakaran melanda lahan seluas 1,5 hektar yang dipenuhi semak belukar. Beruntung, petugas pemadam kebakaran bersama warga segera merespons laporan dan berhasil memadamkan api sebelum menjalar ke pemukiman. “Tidak sampai merembet ke pemukiman, karena ketika warga lapor, petugas sudah siap stand by di kantor untuk menunggu instruksi,” katanya menambahkan.
Dari total 27 kejadian kebakaran, wilayah yang paling banyak melaporkan kasus kebakaran adalah Bangil, Rembang, dan Kejayan. Dalam situasi ini, Sugeng menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih kepada 112, FPRB dan para relawan yang bahu-membahu dalam urusan kemanusiaan. Termasuk membantu mengevakuasi warga ketika dibutuhkan,” jelasnya.
Namun, Sugeng juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan atau membakar sampah tanpa pengawasan. Himbaun tersebut sangat penting mengingat jumlah kejadian kebakaran saat musim kemarau seperti sekarang ini terus meningkat. “Jangan sampai, akibat bakar sampah sembarangan menjadi pemicu api dan membuat panik masyarakat di lingkungan,” tutupnya.
