Pada Minggu dini hari, 8 September 2024, Pasar Pasrepan mengalami kebakaran hebat yang mengakibatkan puluhan kios dan ratusan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) terbakar habis. Insiden tersebut terjadi di bagian belakang pasar Induk, tepatnya di sisi utara. Api yang berkobar dengan deras menghanguskan hampir seluruh area tempat berjualan, dan para pedagang hanya bisa melihat tempat usaha mereka berasap tanpa tersisa.
Salah satu pedagang plastik, yang dikenal dengan inisial NL, menyatakan ketidakpercayaannya atas kejadian ini. "Sebentar lagi Maulud Nabi, ludes semua jualan saya," ujarnya dengan nada penuh kekecewaan. Kejadian kebakaran ini menjadi yang ketiga kalinya dalam sejarah Pasar Pasrepan, yang sebelumnya juga pernah terbakar pada tahun 2014 dan 2017.
Kepala Polsek Pasrepan, AKP Slamet Wahyudi, memberikan informasi sementara mengenai penyebab kebakaran. Menurutnya, dugaan kuat adalah korsleting listrik. “Dugaan sementara korsleting listrik. Tapi kita masih dalami kejadian ini,” jelasnya. Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi, yaitu penjaga pasar, petugas keamanan, dan Kepala UPT Pasar Pasrepan.
Pasca kejadian, pihak polisi berencana untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mereka juga mengimbau kepada para pedagang untuk tetap waspada, karena khawatir masih ada percikan api yang dapat menyala kembali meskipun Pemadam Kebakaran sudah melakukan pemadaman secara total.
“Pedagang kami imbau untuk waspada, terutama di sekitaran TKP sampai benar-benar aman,” tutup Slamet. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu, melaporkan jumlah kios dan lapak yang terdampak. Total, ada 42 kios, 3 blok los, dan 227 lapak PKL yang terkena dampak dari kebakaran ini.
