Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Peringatan Hari Pramuka Ke-63 di Surabaya: Mendorong Generasi Unggul

Pada hari Selasa, 27 Agustus, Penjabat Bupati Probolinggo menghadiri upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-63 yang diadakan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Upacara ini dipimpin langsung oleh Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, dan dihadiri oleh bupati serta walikota se-Jawa Timur, beserta pejabat dari lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Adhy Karyono menekankan pentingnya Pramuka sebagai organisasi yang berperan dalam meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menyatakan, "Pramuka harus terus menjadi pemersatu dan penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)." Pernyataan ini menunjukkan betapa vitalnya peran Pramuka dalam sejarah dan perjalanan bangsa Indonesia.

Adhy juga mengingatkan bahwa Pramuka telah berkontribusi besar dalam merebut kemerdekaan Indonesia. "Pramuka resmi dikenalkan kepada masyarakat pada tahun 1961 dan telah menjadi bagian penting dari sejarah bangsa," ujarnya. Selain itu, Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, juga pernah menggarisbawahi bahwa Pramuka mengajarkan cinta kepada sesama dan alam, yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

"Pramuka menjadi teladan dalam berdemokrasi dan menjaga persatuan bangsa. Merah putih yang dikenakan adalah simbol penting yang menunjukkan pengutamaan kepentingan negara di atas golongan pribadi," lanjut Adhy Karyono. Pesan ini mengajak generasi muda untuk mencintai dan berkontribusi lebih bagi kemajuan negara.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, juga memberikan pesan yang sama. Ia menyampaikan harapan agar peringatan Hari Pramuka ke-63 ini dapat membangkitkan semangat generasi muda dalam mempersiapkan Indonesia Emas 2045. "Kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga. Agar Indonesia kuat, kita harus mandiri. Itulah yang perlu ditanamkan dalam diri adik-adik Pramuka," jelasnya.

Acara ini diharapkan menjadi momentum bagi anggota Pramuka untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam membangun bangsa, serta menjadi generasi unggul yang siap menghadapi tantangan di masa depan.