Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Olahraga Tradisional Siap Berkembang di Ponorogo

Olahraga tradisional yang penuh nilai kebersamaan, seperti bentengan, gobak sodor, dan egrang, akan kembali bangkit di Kabupaten Ponorogo. Pengukuhan kepengurusan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Ponorogo untuk periode 2024-2028 telah dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Agustus 2024, di Pendopo Agung Ponorogo. Acara ini dipimpin oleh Ketua KORMI Jawa Timur.

Untuk memperkuat keberadaan KORMI, pengurus juga dibentuk di 21 kecamatan di seluruh Kabupaten Ponorogo. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat dalam mempromosikan olahraga tradisional.

Bupati Sugiri yang turut hadir dalam pengukuhan tersebut menyatakan bahwa peran KORMI sangat penting. "Keberadaan KORMI penting untuk membangkitkan dan menggali potensi olahraga tradisional dalam masyarakat," ujarnya. Ia menambahkan bahwa melalui olahraga tradisional, masyarakat tidak hanya dapat menjaga kebugaran tetapi juga menjalin silaturahmi yang erat dan menguatkan kerukunan antarwarga.

Bupati Sugiri menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hidup sehat. "Kita ulik untuk menumbuhkan rasa sadar sehat, masyarakat sehat dengan berolahraga, berkumpul, dan bisa menjadi ajang silaturami. Kalau sudah rukun, sehat, kalau diajak membangun Ponorogo akan semakin bagus," jelasnya.

Sementara itu, Sugeng Haryono, Ketua KORMI Kabupaten Ponorogo, menjelaskan bahwa pembentukan KORMI merupakan bagian dari Amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Dia menekankan bahwa setelah pengukuhan, pihaknya akan segera merumuskan program-program untuk mengajak masyarakat hidup sehat dengan cara yang menyenangkan dan terjangkau.

"Kita ingin setelah dilantik gas pol. Coba kita kembali ke olahraga tradisional barangkali masyarakat diajak bentengan, engkleng, senam, dan lainnya. Kita bangkitkan kembali ayo bergerak berolahraga, tidak harus mahal yang penting sehat dan bahagia," tuturnya.

Dengan dukungan dari pemerintah dan antusiasme masyarakat, diharapkan olahraga tradisional bisa kembali hadir dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari warga Ponorogo.