Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Pj Bupati Pasuruan Kukuhkan Tim Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto, telah resmi mengukuhkan Tim Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (PENAKIB) di Kabupaten Pasuruan. Pengukuhan ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Pasuruan pada Senin, 26 Agustus 2024. Tim ini terdiri dari anggota yang berasal dari berbagai sektor, termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes), DP3AKB, serta Bappelitbangda. Selain itu, ada juga perwakilan dari Tim Penggerak PKK dan APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Ani Latifah, menjelaskan bahwa salah satu tugas inti Tim PENAKIB adalah mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Untuk mencapai hal ini, diperlukan kerjasama yang solid antar instansi dan stakeholder yang terlibat. "Konteksnya adalah meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi, yang pada akhirnya meningkatkan koordinasi lintas program, lintas sektor, dan organisasi di bidang kesehatan," ungkapnya.

Dalam laporan mengenai angka kematian ibu melahirkan (AKI) dan angka kematian bayi baru lahir (AKB) dalam tiga tahun terakhir, Ani mencatat bahwa tahun 2021 merupakan tahun dengan kasus tertinggi. Hal ini bertepatan dengan lonjakan kasus Covid-19 yang melanda Indonesia. Pada tahun tersebut, terdapat 25 kasus kematian ibu melahirkan, dan angka kematian bayi baru lahir mencapai 105 kasus, yaitu empat kali lipat dari angka kematian ibu.

Angka tersebut berangsur menurun pada tahun berikutnya, di mana terdata 18 kasus kematian ibu dan 77 kasus bayi. Pada tahun 2023, jumlah kematian ibu melahirkan menurun lagi menjadi 14 kasus, sedangkan kematian bayi baru lahir sebanyak 81 kasus. Namun, di tahun 2024 ini, Dinas Kesehatan mencatat 13 kasus kematian ibu dan 38 kasus bayi baru lahir yang meninggal dunia.

Melihat fakta tersebut, Ani menegaskan bahwa tingginya angka kematian ibu dan bayi masih menjadi tantangan besar bagi Kabupaten Pasuruan. "Ini adalah pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian bersama," tegasnya. Tim PENAKIB diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di daerah tersebut.