Komite Nasional Demokrat (DNC) baru-baru ini menolak permintaan untuk menghadirkan pembicara Palestina di panggung utama konvensi, meskipun sebelumnya memberikan kesempatan kepada kerabat seorang sandera Israel untuk berbicara. Keputusan ini menjadi perhatian ketika kelompok aktivis yang dikenal sebagai Uncommitted Movement menyerukan perhatian lebih terhadap isu Palestina.
Uncommitted Movement terdiri dari aktivis dan mantan pendukung yang sebelumnya menahan suara mereka untuk Joe Biden dalam pemilihan pendahuluan, terkait dukungannya terhadap konflik yang sedang berlangsung di Gaza. Setelah Biden menyatakan mundur, mereka mendesak calon presiden Demokrat, Wakil Presiden Kamala Harris, untuk mencapai gencatan senjata di Gaza dan menerapkan embargo senjata terhadap Israel.
Pekan ini, Uncommitted Movement mengadakan panel mengenai hak asasi manusia Palestina di samping konvensi tersebut. Pengabaian DNC terhadap permintaan tersebut memicu beberapa anggota Uncommitted Movement dan delegasi Demokrat lainnya untuk melakukan protes kecil di luar United Center, tempat konvensi diadakan.
Penolakan DNC dan protes yang menyusul menunjukkan adanya perpecahan dalam protes-protes pro-Palestina yang lebih luas yang berlangsung di Chicago. Meski begitu, Uncommitted Movement memilih untuk tetap terpisah dari aksi di luar konvensi, dengan alasan ingin beroperasi di dalam sistem Partai Demokrat.
Salah satu anggota dari Uncommitted Movement menyatakan, “Kami datang dengan niat untuk memobilisasi komunitas kami mendukung Wakil Presiden Harris melawan Donald Trump. Permintaan kami semalam bukanlah tentang embargo senjata atau kebijakan tertentu. Itu hanya tentang memasukkan warga Palestina Amerika sebagai bagian dari partai.”
Konflik antara Israel dan Gaza telah menewaskan lebih dari 40.000 warga Palestina, menurut angka resmi yang dirilis oleh kementerian kesehatan di Gaza. Masalah ini telah menjadi isu besar di kalangan pemilih Demokrat. Namun, perhatian terhadap isu ini di dalam konvensi Demokrat sangat minim, dengan banyak tokoh terkemuka seperti Barack Obama tidak menyebutkan Gaza, Israel, atau perang sama sekali.
