Hari ini, serangan militer Israel di kamp pengungsi Tulkarm yang terletak di Tepi Barat yang diduduki telah menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur dan properti pribadi, menurut laporan dari Wafa, sebuah lembaga berita Palestina.
Serangan udara Israel yang menghantam sebuah rumah di pinggiran Aktaba kamp tersebut mengakibatkan tewasnya tiga warga Palestina. Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi nama-nama korban, yaitu Imad Tayseer Shraim, Wassim Anbar, dan Muawiya Al-Hajj Ahmed. Ketiga orang tersebut merupakan warga yang tinggal di kamp pengungsi tersebut.
Faisal Salama, ketua Komite Populer Layanan Kamp Pengungsi Tulkarm, menggambarkan situasi di kamp sebagai zona bencana. Ia menyatakan bahwa serangan Israel tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, tetapi juga merusak banyak aspek penting kehidupan masyarakat di kamp tersebut.
Salama menambahkan bahwa serangan itu menyebabkan kerusakan parah pada jalan-jalan, properti pribadi, dan infrastruktur penting lainnya seperti sistem pembuangan air, pasokan air, listrik, dan komunikasi. Ia juga mengungkapkan bahwa pasukan Israel memblokir kamp dari area sekitarnya dengan menutup akses masuk dan menghancurkan jalan-jalan dengan buldoser.
Selain itu, laporan juga mencatat bahwa pasukan Israel menghancurkan dinding klinik kesehatan badan pengungsi PBB (UNRWA) serta dinding keliling Balai Al-Awda di dalam kamp pengungsi tersebut. Kerusakan yang dialami warga mengharuskan mereka untuk menghadapi situasi yang semakin sulit untuk bertahan hidup.
Serangan seperti ini sering kali menimbulkan ketegangan yang lebih tinggi di wilayah tersebut, di mana banyak warga merasa terancam serta kehilangan tempat tinggal dan sumber daya mereka. Konflik yang berlangsung di antara Israel dan Palestina telah berlangsung selama beberapa dekade, dan serangan ini kembali memperburuk keadaan.
