Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Rasisme Terhadap Anggota Parlemen Baru dari Leicester South

Adam, anggota parlemen independen yang baru terpilih untuk daerah pemilihan Leicester South, mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya sering mengalami kekerasan serta serangan verbal yang bernuansa rasial. Hal ini terjadi setelah Adam berhasil mengalahkan mayoritas Partai Buruh sebesar sekitar 22.500 suara pada pemilihan umum bulan lalu.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Middle East Eye, Adam mengungkapkan bahwa serangan rasial itu mulai banyak terjadi selama kampanye pemilihan. Ia berkata, “Orang-orang dari tim saya sering kali mengalami penghinaan rasial ketika mereka mengetuk pintu atau saat hari pemungutan suara,”. Dia lalu menambahkan, “termasuk anak saya, yang berdiri di luar lokasi pemungutan suara dan disapa dengan kata yang sangat ofensif.”

Setelah pemilihan berakhir, Adam melanjutkan, “Saya menghadapi banjir kebencian di dunia maya dan dalam kehidupan nyata, begitu juga dengan anggota keluarga saya.” Rasisme adalah tindakan diskriminasi dan penghinaan yang berdasarkan pada ras atau etnis seseorang, dan hal ini sangat disayangkan terjadi di masyarakat modern.

Selama puluhan tahun, Leicester South sebelumnya menjadi basis yang aman bagi Partai Buruh. Kecuali untuk periode singkat ketika ada anggota parlemen dari Partai Liberal Demokrat pada 2004 dan 2005, daerah tersebut telah diwakili oleh anggota parlemen dari Partai Buruh sejak tahun 1987.

Pada 4 Juli, saat hari pemilihan, Adam, yang merupakan politisi independen tanpa pengalaman politik sebelumnya, mengakhiri dominasi Partai Buruh di daerah tersebut. Dalam kampanyenya, ia mengangkat berbagai isu lokal serta isu-isu terkait dengan Israel dan Palestina, dengan merespons kekhawatiran banyak orang mengenai dukungan awal Partai Buruh terhadap belageran dan pengeboman Jalur Gaza.

Adam menyatakan bahwa hasil pemilihan seharusnya dirayakan sebagai “keajaiban demokrasi”. Ia juga menyebutkan bahwa Partai Buruh mengklaim ada hal-hal negatif yang terjadi sebagai alasan untuk menjelaskan kekalahan mereka.

Di parlemen, Adam telah bekerja sama dengan empat anggota parlemen independen pro-Palestina lainnya yang juga terpilih bulan Juli lalu. Banyak yang berspekulasi bahwa kelompok mereka sedang mempertimbangkan untuk membentuk partai, meski Adam tidak mengonfirmasi atau membantah hal tersebut.

Ia juga mengungkapkan komitmennya untuk bekerja dengan anggota parlemen dari berbagai partai politik demi mencapai tujuan bersama. “Sebagai anggota independen, saya ingin melakukan yang terbaik untuk negara kita dan konstituen kita,” tutup Adam.