Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Enam Jenazah Tertangkap di Gaza Ditemukan oleh Pasukan Israel

Pasukan militer Israel mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka telah berhasil menemukan jenazah enam orang yang diculik di Gaza. Penemuan ini terjadi setelah sebuah operasi di kawasan Khan Younis, yang merupakan salah satu daerah di Gaza yang dikuasai oleh kelompok militan Hamas.

Para korban yang ditemukan adalah Yagev Buchshtav, Alexander Dancyg, Avraham Munder, Yoram Metzger, Nadav Popplewell, dan Chaim Perry. Semua korban kecuali Munder telah diumumkan sebelumnya sebagai orang yang tewas di Gaza.

Kibbutz Nir Oz, tempat beberapa korban berasal, telah merilis pernyataan yang mengonfirmasi penemuan jenazah Yoram Metzger dan Chaim Perry. Dalam pernyataannya, Nir Oz menyatakan bahwa penemuan ini adalah "bukti terbesar dari pentingnya sebuah kesepakatan yang akan mengembalikan anak-anak kami secepat mungkin, sebelum terlambat."

Saat mengonfirmasi penemuan jenazah Perry, kibbutz tersebut menambahkan bahwa ia "ditinggalkan untuk mati dalam tawanan". Pernyataan ini menggambarkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi para korban dan bagaimana mereka mungkin telah dikhianati di tengah konflik.

Peristiwa ini berawal pada tanggal 7 Oktober ketika kelompok Hamas dan kelompok Palestina lainnya melancarkan serangan mendadak ke selatan Israel. Serangan tersebut mengakibatkan sekitar 1.068 warga Israel dan 71 orang asing tewas, sebagian besar adalah warga sipil. Sekitar 250 orang lainnya diculik dan dibawa ke Gaza.

Sejak saat itu, pasukan Israel dilaporkan telah menewaskan setidaknya 40.173 orang Palestina di wilayah kantong itu, menurut kementerian kesehatan Palestina. Dalam sepuluh bulan perang, lebih dari 50 tahanan telah dipastikan tewas.

Pihak-pihak yang mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Netanyahu berargumen bahwa pemimpin tersebut sedang memperlambat negosiasi dan kurang tertarik pada gencatan senjata. Mereka berpendapat bahwa hal ini bertujuan untuk mempertahankan karier politiknya, karena ia dihadapkan pada pertanggungjawaban atas serangan yang dipimpin Hamas dan juga menghadapi kasus korupsi besar.