Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Analisis Buku "Egypt Under el-Sisi: A Nation on the Edge"

Maged Mandour, dalam bukunya yang berjudul "Egypt Under el-Sisi: A Nation on the Edge", menyajikan analisis mendalam mengenai perubahan struktur ekonomi, hukum, dan politik Mesir setelah Abdel Fattah el-Sisi mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada tahun 2013. Buku ini berfokus pada proses militarisasi negara Mesir di bawah kepemimpinan Sisi.

Mandour mengemukakan dua argumen utama dalam bukunya. Pertama, ia menentang pandangan yang umum bahwa pemberontakan pada tahun 2011 menghasilkan situasi revolusioner tanpa hasil revolusioner. Menurut Mandour, meskipun hasilnya tidak sesuai harapan, pemberontakan tersebut menyebabkan peningkatan drastis dalam militansi negara. Ini berarti bahwa meskipun ada keinginan untuk perubahan, yang terjadi justru semakin kuatnya kekuatan militer di Mesir.

Argumen kedua menyatakan bahwa meskipun rezim Sisi tampak stabil, ia rentan terhadap perubahan. Mandour berpendapat bahwa tekanan ekonomi, bukan politik, bisa menjadi penyebab utama perubahan di masa depan. Ini menjelaskan bahwa situasi ekonomi yang buruk dapat memicu ketidakpuasan di kalangan rakyat.

Buku ini juga meneliti dasar-dasar ideologis rezim Sisi serta alat hukum dan ekonomi yang digunakannya untuk mempertahankan kekuasaan militernya. Bagi pembaca yang tertarik dengan politik Mesir modern, analisis ini tentu sangat menarik. Namun, Mandour dinilai kurang mendalam dalam membahas alat pengawasan dan penindasan yang muncul di negara-negara Arab setelah tahun 2011, yang dirancang untuk mempertahankan kekuasaan otoriter dan menekan politik Islam.

Selain itu, Mandour juga tidak sepenuhnya mempertimbangkan kemungkinan munculnya faksi elit baru atau kebangkitan kelompok Islamis sebagai kekuatan politik yang terorganisir. Kebangkitan Islamis tidak hanya berkisar pada Ikhwanul Muslimin, tetapi juga melibatkan berbagai kelompok Salafi yang lebih luas.

Meskipun terdapat kekurangan dalam analisis teoritik, buku Mandour tetap memberikan gambaran yang detail tentang bagaimana rezim militer Sisi beroperasi. Ini menjadi dasar yang baik untuk eksplorasi teoretis di masa depan terkait transisi demokratis dan kemungkinan reformasi di Mesir.