Di Roma, Italia, seorang pencuri berusia 38 tahun berhasil mencuri perhatian setelah dia terpergok sedang membaca buku "Iliad" karya Homer. Kejadian ini terjadi di tengah upayanya melakukan pencurian di sebuah apartemen di distrik Prati. Menurut laporan dari media lokal, Il Messaggero, pemilik apartemen itu mendapati pencuri tersebut sedang asyik membaca di atas meja samping tempat tidur.
Setelah membaca dan mungkin teralihkan, pencuri itu berusaha melarikan diri melalui balkon apartemen. Namun, tidak lama kemudian, dia ditangkap oleh pihak kepolisian setempat. Dalam pemeriksaan, dia mengaku sedang “mengunjungi seseorang yang dikenal”, meskipun saat ditangkap dia membawa tas yang berisi pakaian yang diduga dicuri dari rumah lain sebelumnya pada hari yang sama.
Menurut informasi, pencuri itu mengatakan kepada polisi, "Saya kira saya sedang berada di sebuah B&B, kemudian melihat buku itu dan mulai membacanya. Saya jadi tertarik dengan cerita dalam buku tersebut." Hal ini menunjukkan bahwa minat baca bisa muncul di mana saja, bahkan dalam situasi yang sangat tidak biasa.
Keberadaan pencuri yang terpesona dengan karya sastra ini menarik perhatian penulis "Iliad", Giovanni Nucci. Dia menyatakan melalui media bahwa dia ingin mengirimkan salinan buku itu kepada pencuri tersebut agar dia bisa menyelesaikan bacaan yang terhenti itu. Nucci menambahkan bahwa dewa kesukaannya adalah Hermes, dewa pencuri dan kesusastraan. "Ini jelas: segala sesuatu terhubung," ujarnya sambil bercanda.
Kejadian ini memberikan gambaran lucu dan tidak biasa tentang bagaimana bahkan di dalam situasi kriminal, orang masih bisa terikat dengan dunia sastra. Cerita ini mencerminkan pentingnya pendidikan dan minat terhadap membaca, yang dapat menyeret seseorang ke dalam pengalaman yang berbeda.
