Pihak berwenang Jerman mengumumkan bahwa tersangka utama serangan pisau yang mengakibatkan kematian tiga orang di kota Solingen kini sudah ditangkap. Penangkapan ini dilakukan setelah seorang pria berusia 26 tahun yang berasal dari Suriah menyerahkan diri kepada polisi pada malam hari, mengakui keterlibatannya dalam serangan tersebut.
Serangan itu terjadi pada hari Jumat, saat festival yang merayakan ulang tahun ke-650 kota Solingen berlangsung. Dalam insiden tersebut, delapan orang lainnya juga terluka. Menurut pernyataan polisi, pria tersebut mendekati petugas dengan masih berlumuran darah sekitar pukul 11 malam waktu setempat dan berkata, “Saya adalah orang yang Anda cari,” menurut laporan dari surat kabar Jerman, Bild, dan majalah berita, Spiegel.
Laporan menyebutkan bahwa pria tersebut datang ke Jerman pada tahun 2022 dan mengajukan permohonan suaka. Penangkapan ini menyusul penahanan seorang remaja dan seorang dewasa di pusat pengungsian pada hari Sabtu, terkait dengan serangan tersebut.
Kelompok yang dikenal sebagai "Islamic State" mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, meskipun mereka tidak memberikan bukti konkret. Hendrik Wuest, Perdana Menteri negara bagian Nordrhein-Westfalen, menyebut kekacauan itu sebagai "tindakan teror."
Berbagai politikus Jerman meminta agar aturan terkait senjata diperketat setelah insiden penikaman tersebut. Menteri Dalam Negeri, Nancy Faeser, dan Wakil Kanselir, Robert Habeck, termasuk di antara yang menyerukan perlunya tindakan tegas. “Lebih banyak zona bebas senjata dan undang-undang senjata yang lebih ketat — tidak ada yang perlu membawa senjata tajam di tempat umum di Jerman. Kita tidak lagi hidup di Abad Pertengahan,” kata Habeck.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan memicu diskusi tentang keamanan dan penggunaan senjata di Jerman. Penegakan hukum terus bekerja untuk memastikan keadilan bagi para korban dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
