Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Musim Berburu Beruang Coklat di Swedia Dimulai, Kontroversi Meningkat

Musim berburu tahunan beruang coklat di Swedia dimulai pada hari Rabu lalu. Badan perlindungan lingkungan hidup negara itu menyatakan bahwa hampir 500 beruang diperkirakan akan dibunuh tahun ini. Dalam dua hari pertama musim berburu, lebih dari 150 ekor beruang sudah berhasil dibunuh.

Sebuah jurnal berburu di Swedia melaporkan bahwa lebih dari 70 beruang terbunuh dalam jam-jam awal pembukaan musim ini. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya jumlah hewan tersebut berkurang.

Tujuan dari berburu ini adalah untuk mengatur jumlah populasi beruang dan mencegah kerugian terhadap hewan domestik dan rusa. Namun, para konservasionis menyebut perburuan beruang ini sebagai "pembantaian murni." Mereka khawatir tentang dampak negatif dari penurunan populasi predator besar di Eropa.

Ekolog Jonas Kindberg dari proyek pelestarian beruang Swedia-Norwegia menjelaskan, “Jika Anda ingin populasi tetap stabil sekitar 2.400 hewan yang kami perkirakan saat ini, Anda hanya bisa membunuh sekitar 250 beruang setiap tahun.” Ia juga mengingatkan bahwa perburuan tahun ini dapat menyebabkan penurunan jumlah beruang di Swedia hingga hampir 40% sejak tahun 2008.

Perburuan ini semakin menjadi perhatian publik, dengan meningkatnya kontroversi dan protes setelah perburuan lynx dan serigala tahun lalu juga mencetak rekor tinggi. Banyak lisensi berburu yang dikeluarkan membuat para konservasionis cemas, karena mereka berpendapat bahwa populasi predator besar di Eropa dapat menghadapi risiko punah di beberapa negara tanpa perlindungan yang tepat.