Sebanyak sepuluh hari sebelum pemilihan parlemen daerah di Thüringen, jajak pendapat ARD-ThüringenTrend menunjukkan bahwa Partai Alternatif untuk Jerman (AfD) berada di posisi terdepan. Saat ini, AfD diperkirakan mendapatkan suara sebesar 30 persen, meningkat dari 23,4 persen pada pemilihan sebelumnya pada tahun 2019. Peningkatan ini sangat signifikan karena menjadikan AfD berpotensi menjadi partai terbesar dalam sejarah pemilihan parlemen daerah di Jerman, meskipun Kementerian Dalam Negeri telah menyatakan bahwa AfD termasuk dalam kategori partai ekstrem kanan.
Di posisi kedua, terdapat Partai Persatuan Demokratik Jerman (CDU) yang memperoleh 23 persen, sedikit lebih baik dibandingkan dengan perolehan suara lima tahun lalu yang hanya 21,7 persen. Menariknya, ada juga partai baru yang didirikan di awal tahun ini, yaitu koalisi yang dipimpin oleh Sahra Wagenknecht, yang dapat mengumpulkan sekitar 17 persen suara. Sementara itu, Partai Free Democratic (FDP), yang pada tahun 2019 hanya sedikit melewati ambang batas dengan 5 persen, diperkirakan kali ini akan gagal masuk parlemen dengan perolehan suara yang kurang dari 3 persen.
Di Sachsen, yang juga akan mengadakan pemilihan dalam waktu dekat, CDU berada dalam posisi kuat dengan 31 persen, meningkat dua poin dibanding jajak pendapat sebelumnya. AfD tidak jauh tertinggal dengan 30 persen, sedangkan Partai Kiri terpuruk di posisi empat persen. Menariknya, terdapat aturan khusus dalam undang-undang pemilihan Sachsen: jika sebuah partai berhasil meraih dua kursi langsung, mereka masih bisa mendapatkan tempat di parlemen meskipun perolehan suara mereka di bawah ambang batas lima persen.
Perlu dicatat bahwa jajak pendapat ini bukan merupakan prediksi, melainkan mencerminkan suasana politik aktif saat ini. Jajak pendapat ini dilakukan untuk mengukur minat pemilih saat ini, bukan perilaku pemilih yang sebenarnya di hari pemilihan.
