Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang, Kolonel Pnb Rizaldy Efranza, S.T., M.N.S.S, memimpin patroli udara untuk memantau lokasi-lokasi yang terdeteksi memiliki titik api di Sumatera Selatan pada Kamis, 22 Agustus 2024. Patroli udara ini diperlukan karena daerah tersebut rawan kebakaran hutan dan lahan, yang sering disebut dengan karhutla.
Sebelum melakukan patroli, tim Satgas Karhutla Udara menganalisis data dari pengintaian satelit untuk menemukan titik api yang aktif. Pengintaian satelit adalah penggunaan teknologi untuk mengamati atau memantau suatu wilayah dari luar angkasa. Setelah titik api teridentifikasi, mereka membuat rute penerbangan agar bisa pergi ke lokasi tersebut dengan cepat.
Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) digunakan dalam misi ini. Hasil dari patroli udara akan menjadi panduan untuk menentukan lokasi yang harus dipadamkan, terutama yang memerlukan operasi pemadaman menggunakan teknik water bombing. Water bombing adalah cara memadamkan api dengan menyebarkan air dari udara menggunakan helikopter atau pesawat.
Kolonel PNB Rizaldy Efranza berharap upaya ini dapat mencegah kebakaran semakin meluas. Ia menyatakan pentingnya koordinasi antara berbagai pihak untuk membuat upaya penanggulangan karhutla menjadi lebih efektif. "Kami berkomitmen untuk bekerja sama agar bencana kebakaran dapat dicegah," ujarnya.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan tidak hanya api yang dapat dipadamkan, tetapi juga keselamatan masyarakat di daerah berisiko tinggi.
