Penerbangan pertama yang membawa 29 warga Kolombia yang dideportasi telah berangkat dari Panama. Warga Kolombia tersebut memasuki negara itu melalui Darien Gap, yang terkenal sebagai rute migrasi yang berbahaya. Ini merupakan bagian dari kesepakatan repatriasi migran antara Panama dan Amerika Serikat (AS) yang didanai oleh Washington.
Tahun lalu, lebih dari setengah juta migran melintasi Darien Gap, mencetak angka tertinggi sepanjang sejarah. Darien Gap adalah hutan lebat yang terletak antara Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Jalurnya terdiri dari medan berbukit dan rawa, serta banyak aktifitas kelompok kriminal yang membuat perjalanan menjadi sangat berbahaya.
Pemerintah transit seperti Panama dan Meksiko kini berada di bawah tekanan yang meningkat dari Washington untuk menangani masalah migrasi yang menjadi perdebatan hangat, menjelang pemilihan presiden AS pada bulan November. Sebagai bagian dari kepentingan ini, AS telah menjanjikan dana sebesar $6 juta untuk mendanai penerbangan deportasi dari Panama.
Banyak migran yang mencoba mencapai perbatasan AS melarikan diri dari kemiskinan, kekerasan, dan krisis politik di negara asal mereka. Para migran ini menempuh perjalanan sejauh seribu kilometer ke utara. Kebanyakan dari mereka berasal dari Venezuela. Namun, karena situasi politik yang tegang di negara tersebut, penerbangan deportasi ke Venezuela saat ini tidak memungkinkan.
Selain dari Kolombia, pemerintah Panama sedang melakukan negosiasi dengan Ekuador dan India mengenai kemungkinan deportasi warga asal negara tersebut.
Informasi ini disampaikan oleh AFP.
