Benjamin Fernandes, seorang pengusaha muda berusia 31 tahun, meluncurkan startup fintech bernama Nala pada tahun 2018. Tujuan utama Nala adalah untuk mempercepat proses pengiriman uang di Tanzania, negaranya yang pernah ia tinggali. Fintech adalah istilah yang berasal dari gabungan kata "financial" dan "technology", yang berarti penggunaan teknologi untuk meningkatkan pelayanan di bidang keuangan.
Setelah mendirikan Nala, Fernandes menghadapi banyak tantangan. Selama dua tahun pertama, ia mengalami banyak rintangan yang sulit. Hal ini adalah hal yang biasa bagi pengusaha, terutama di negara berkembang, di mana sistem keuangan bisa sangat kompleks. Meskipun demikian, Fernandes terus berjuang agar Nala dapat membantu masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan dengan lebih cepat dan efisien.
Nala tidak hanya berfokus pada pengiriman uang tetapi juga berupaya untuk memberikan akses ke layanan keuangan lainnya. Startup ini telah mendapatkan perhatian yang signifikan dalam industri fintech, dan Fernandes yakin bahwa Nala bisa menjadi solusi bagi banyak orang di Tanzania.
