Firma modal ventura 8VC, yang terkenal karena investasinya di perusahaan kontraktor pertahanan Amerika Serikat seperti Palantir dan Anduril, saat ini mempekerjakan dua anak dari oligarki Rusia yang telah dikenakan sanksi. Ini terungkap dalam laporan Forbes yang menggarisbawahi kekhawatiran pemerintah AS tentang kedekatan pihak asing dengan industri teknologi di Silicon Valley.
Kedua anak tersebut, meskipun memiliki ayah yang berada di bawah sanksi, tidak ditemukan adanya hubungan finansial antara mereka dan 8VC. Namun, situasi ini menimbulkan perhatian selama saat di mana pemerintah AS semakin memfokuskan perhatian pada hubungan luar negeri yang dapat membahayakan keamanan nasional.
Bulan lalu, National Counterintelligence and Security Center (NCSC) mengeluarkan buletin yang memperingatkan startup di Silicon Valley mengenai potensi ancaman dari pihak asing. Mereka menunjukkan bahwa ada risiko investasi dari luar negeri bisa digunakan untuk mengakses data sensitif, yang dapat mengancam keamanan negara.
Penting bagi para pemangku kepentingan di industri teknologi untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap hubungan internasional yang ada. Dengan langkah ini, diharapkan kondisi keamanan nasional dapat tetap terjaga.
