Dalam sebuah wawancara pada Selasa, 20 Agustus 2024, Donald Trump, kandidat presiden dari Partai Republik, mengungkapkan rencananya untuk menawarkan posisi anggota kabinet atau penasihat kepada CEO Tesla, Elon Musk, jika dia memenangkan pemilihan presiden tahun ini. Trump yang menjabat sebagai presiden dari 2016 hingga 2020, menggambarkan Musk sebagai sekutu politik yang penting.
Elon Musk adalah pemimpin perusahaan teknologi terkemuka, termasuk Tesla yang terkenal dengan inovasi mobil listrik, serta SpaceX yang fokus pada teknologi luar angkasa. Dia juga tercatat sebagai orang terkaya di dunia, menjadikannya figur penting dalam dunia bisnis dan politik.
"Saya akan menawarkan posisi jika dia tertarik memegangnya," ujar Trump. Pernyataan ini menunjukkan kedekatan antara keduanya, serta harapan Trump untuk mendapatkan dukungan dari orang-orang berpengaruh di dunia bisnis.
Dengan posisi Elon Musk yang sangat penting dalam industri teknologi, tawaran ini bisa menjadi langkah strategis bagi Trump dalam menggalang dukungan dari kalangan pebisnis dan inovator di negara tersebut.
