Eks Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kini menghadapi kritik tajam setelah membagikan gambar-gambar yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) di platform sosialnya, Truth Social. Gambar-gambar tersebut secara keliru menunjukkan dukungan dari penyanyi pop terkenal, Taylor Swift, serta para penggemarnya terhadap kampanye pemilihan umum 2024-nya.
Beberapa gambar yang diunggah tampak jelas berlabel sebagai satire, namun tetap menimbulkan kebingungan. Salah satu gambar menampilkan kaos bertuliskan "Swifties for Trump” dan artikel yang diklaim palsu, yang menyatakan bahwa para penggemar Taylor Swift beralih mendukung Trump setelah konser yang direncanakan Taylor dibatalkan karena ancaman dari ISIS.
Para ahli memperingatkan bahwa insiden ini menunjukkan ancaman nyata dari disinformasi yang didukung oleh teknologi AI menjelang pemilihan umum 2024. Disinformasi adalah informasi yang salah atau menyesatkan yang disebarkan dengan tujuan untuk mempengaruhi pendapat publik. Gambar, video, dan suara yang dihasilkan oleh AI dapat digunakan untuk menipu pemilih dalam skala besar.
Saat ini, banyak pihak menganggap Amerika Serikat belum siap menghadapi dampak kecerdasan buatan terhadap demokrasi. Hal ini mengharuskan upaya yang mendesak untuk melawan manipulasi media sintetik sekaligus melindungi kebebasan berbicara.
