Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Imran Khan Ajukan Diri Sebagai Canselor Universitas Oxford

Imran Khan, mantan Perdana Menteri Pakistan yang kini sedang menjalani hukuman penjara, telah mengajukan permohonan untuk menjadi Canselor Universitas Oxford. Dia sudah berada di penjara selama lebih dari satu tahun dan mengklaim bahwa tuduhan yang dikenakan padanya adalah bermuatan politik.

Permohonan tersebut disampaikan sebelum batas waktu yang ditentukan. Hal ini dikonfirmasi oleh salah satu penasihatnya melalui platform X. Imran Khan, yang juga merupakan mantan bintang cricket, merupakan seorang alumnus Universitas Oxford, di mana dia belajar Pendidikan, Politik, dan Ekonomi (PPE) pada tahun 1972 dan menjabat sebagai rekan kehormatan di Keeble College.

Universitas Oxford belum akan mengonfirmasi siapa saja kandidat untuk posisi tersebut hingga awal Oktober. Pemilihan Canselor akan dilakukan secara daring pada tanggal 28 Oktober. Posisi Canselor adalah jabatan penting di universitas, yang biasanya diisi oleh sosok yang memiliki reputasi yang baik dan berpengalaman di bidang akademik atau publik.

Langkah ini menjadi perhatian publik, mengingat situasi hukum yang dihadapi Khan saat ini. Banyak yang berharap, jika terpilih, Khan dapat kembali memberikan kontribusi positif di dunia pendidikan.