Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Defisit Anggaran RAPBN 2025 Diprediksi Meningkat

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) untuk tahun 2025 mencatatkan defisit anggaran sebesar 2,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), atau mencapai Rp616,2 triliun. Defisit ini menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan anggaran tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp609,7 triliun berdasarkan outlook APBN 2024.

Menurut lembaga Institute for Development of Economics and Finance (Indef), pelebaran defisit anggaran ini akan diikuti oleh peningkatan pembiayaan utang pemerintah, yang diperkirakan mencapai Rp775,9 triliun. Pembiayaan tersebut terbagi menjadi Surat Berharga Negara (SBN) nettos sebesar Rp642,6 triliun dan pinjaman nettos sebesar Rp133,3 triliun.

Porsi pembiayaan dari Surat Berharga Negara terbilang cukup besar. SBN adalah surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan negara. Dalam analisis Indef, tren pengetatan moneter di tingkat global diprediksi masih akan berlanjut pada tahun 2025, sehingga pemerintah diminta untuk lebih waspada terhadap peningkatan utang.

Defisit anggaran yang tinggi dapat berpengaruh terhadap kestabilan perekonomian negara. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk mengelola anggaran secara bijaksana agar tidak menimbulkan masalah di masa depan.