Rosan Perkasa Roeslani resmi dilantik sebagai Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) oleh Presiden Joko Widodo pada hari Senin, 19 Agustus. Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi di Indonesia, terutama di wilayah ibu kota baru, Nusantara.
Salah satu fokus penting bagi Menteri Investasi yang baru adalah menarik investasi asing untuk proyek Ibu Kota Nusantara. Sampai saat ini, seluruh investasi yang masuk ke proyek tersebut berasal dari investor dalam negeri. Dalam menjelaskan tugasnya, Rosan menekankan, "Tentunya sebagai Menteri Investasi kita akan mencari investasi sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya untuk masyarakat Indonesia, baik itu di IKN, dan tentunya di manapun wilayah di Indonesia." Ini menunjukkan bahwa ia berkomitmen untuk memperluas sumber investasi demi kepentingan masyarakat.
Dalam rangka mencapai tujuannya, Rosan akan melakukan koordinasi dengan Menteri Investasi sebelumnya, Bahlil Lahadalia. Hal ini sangat penting untuk mengelola rencana investasi yang sudah ada, terutama yang telah menunjukkan minat untuk direalisasikan di IKN. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan dapat menarik lebih banyak investor asing yang bersedia berinvestasi di Indonesia.
Investasi asing sangat penting bagi perekonomian suatu negara karena dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mempercepat pembangunan. Diharapkan dengan kepemimpinan Rosan, investasi di IKN dapat meningkat, sehingga mendukung perkembangan daerah tersebut.
