Cisco Systems, sebuah perusahaan teknologi besar yang terkenal dengan keahlian dalam jaringan dan telekomunikasi, baru saja mengumumkan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kedua di tahun 2024. Perusahaan ini akan memecat sekitar 7% dari total karyawannya, yang setara dengan sekitar 5.500 orang. Langkah ini menyusul pemecatan 4.000 posisi yang dilakukan pada bulan Februari lalu. Dengan demikian, total jumlah karyawan yang dipecat oleh Cisco tahun ini telah mencapai lebih dari 11% dari total tenaga kerjanya.
Menariknya, keputusan untuk memecat karyawan ini muncul meskipun Cisco telah melaporkan keuntungan yang signifikan sebesar $10,3 miliar untuk tahun fiskal terakhirnya. Keuntungan ini menunjukkan bahwa perusahaan sebenarnya dalam kondisi keuangan yang baik. Namun, Cisco menjelaskan bahwa PHK ini merupakan bagian dari strategi mereka untuk mengalihkan sumber daya ke "peluang pertumbuhan utama" seperti kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, dan keamanan siber.
Tindakan Cisco ini sejalan dengan tren yang lebih luas di industri teknologi, di mana banyak perusahaan melakukan pemotongan biaya melalui PHK. Mereka kemudian menggunakan dana yang dihemat untuk berinvestasi dalam teknologi baru yang sedang berkembang, khususnya di bidang AI. Kecerdasan buatan adalah cabang ilmu komputer yang bertujuan untuk menciptakan sistem yang dapat melakukan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia.
Dengan rencana tersebut, Cisco berharap dapat meningkatkan daya saingnya di pasar dan memanfaatkan teknologi yang sedang naik daun ini.
