Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Dukungan Terhadap Oposisi Politik Venezuela Menggelar Aksi Unjuk Rasa

Pendukung oposisi politik Venezuela mengadakan aksi unjuk rasa pada hari Sabtu di berbagai kota di seluruh dunia. Mereka mengekspresikan ketidakpuasan terhadap hasil pemilihan presiden yang berlangsung pada tanggal 28 Juli, di mana Presiden Nicolas Maduro dinyatakan sebagai pemenang.

Di Caracas, ibu kota Venezuela, pemimpin oposisi Maria Corina Machado menyerukan agar dilakukan verifikasi independen dan internasional terhadap pemilu tersebut. Ia juga mengajak para pengunjuk rasa untuk tetap waspada. "Tidak ada yang lebih tinggi dari suara rakyat, dan rakyat telah bersuara," tegasnya saat menyampaikan pidato.

Otoritas pemilu Venezuela, yaitu Dewan Pemilihan Umum Nasional (CNE), mengumumkan bahwa Maduro memenangkan hampir 52% suara dalam pemilihan tahun ini, yang mengamankan masa jabatannya yang ketiga. Namun, banyak pihak dari oposisi menuduh bahwa CNE bertindak sebagai kaki tangan Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV) yang dipimpin oleh Maduro.

Sebagai bentuk protes, oposisi mengeluarkan data yang mereka klaim mencakup 83% dari hasil pemungutan suara mesin. Mereka mengklaim bahwa calon mereka, Edmundo Gonzalez, meraih dukungan hampir 67% dari pemilih.

Ketegangan politik di Venezuela terus meningkat, dan aksi unjuk rasa ini mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap proses demokrasi di negara tersebut.