Belakangan ini, banyak orang memperbincangkan fenomena yang dikenal sebagai "transfer kekayaan besar". Fenomena ini berjanji untuk memindahkan triliunan dolar kepada generasi muda dalam dua dekade mendatang. Namun, ada pertanyaan penting: bagaimana jika harapan ini tidak terwujud?
Transfer kekayaan ini telah diprediksi selama bertahun-tahun. Diharapkan, hal ini dapat membantu generasi muda yang saat ini menghadapi berbagai kesulitan, seperti utang mahasiswa, biaya perumahan yang tinggi, dan pendapatan yang stagnan. Pemikiran ini berakar dari keyakinan bahwa semakin banyak orang kaya dari generasi baby boomers yang akan meninggal dunia, sehingga mereka akan mewariskan kekayaan mereka kepada anak-anak, anggota keluarga lainnya, dan juga badan amal.
Sebuah penelitian oleh firma konsultan Cerulli Associates memperkirakan bahwa sebesar $72,6 triliun akan berpindah tangan kepada para pewaris muda. Selain itu, ada $11,9 triliun yang dianggarkan untuk badan amal. Angka-angka ini menimbulkan harapan akan perbaikan finansial di antara generasi muda.
Namun, penelitian terbaru dari Northwestern Mutual menunjukkan fakta yang berbeda. Hanya 22% dari baby boomers, generasi yang lebih tua, dan generasi X yang berencana untuk meninggalkan "hadiah" finansial ketika mereka meninggal dunia. Ini adalah penurunan signifikan dari prediksi sebelumnya.
Dengan data ini, masa depan transfer kekayaan menjadi semakin tidak pasti. Banyak generasi muda mungkin harus mencari cara alternatif untuk mencapai kestabilan finansial mereka guna menghadapi tantangan yang ada.
