Di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, berbagai organisasi masyarakat sipil dan warga setempat mengadakan kegiatan khusus untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-79. Kegiatan ini berlangsung tidak jauh dari lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.
Tahun ini, perayaan kemerdekaan memiliki nuansa berbeda. Berbeda dengan perayaan megah yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), acara di Penajam Paser Utara lebih fokus pada isu-isu penting yang sedang dihadapi oleh masyarakat. Mereka memanfaatkan momen ini untuk menyuarakan berbagai keresahan terkait kerusakan lingkungan hidup dan mengemukakan keprihatinan tentang pelemahan demokrasi yang terjadi di Indonesia.
Kerusakan lingkungan hidup merupakan masalah serius yang berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, pelemahan demokrasi mencerminkan kekhawatiran tentang kurangnya partisipasi publik dalam pengambilan keputusan penting yang memengaruhi masa depan negara.
Dalam siaran pers, koalisi masyarakat sipil menyatakan, "Kami ingin menegaskan bahwa Indonesia tidak dijual. Kami menolak segala bentuk oligarki yang merugikan rakyat." Melalui seruan ini, mereka berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga hak-hak sipil dan alam demi generasi mendatang.
Secara keseluruhan, acara ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi mereka dalam suasana yang penuh makna, sekaligus menunjukkan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam mempertahankan hak-hak mereka dan menjaga lingkungan hidup.
