Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Ancaman Proyek Geothermal di Gunung Arjuno-Welirang

Gunung Arjuno-Welirang, yang dikenal sebagai sumber kehidupan bagi banyak warga di sekitarnya, kini menghadapi ancaman serius akibat proyek geothermal. Proyek ini berpotensi merusak keseimbangan lingkungan dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam di daerah tersebut.

Sejak tahun 2017, isu proyek geothermal di Arjuno-Welirang terus berlanjut. Berbagai sosialisasi dilakukan untuk menjelaskan bahwa eksploitasi geothermal dianggap sebagai energi yang hijau dan berkelanjutan. Namun, kenyataannya, dampak negatif yang ditimbulkan dari proyek ini jauh dari harapan.

Menurut kajian yang dilakukan, terdapat beberapa dampak buruk akibat proyek geothermal yang telah terbukti, antara lain:

    • Menurunnya debit air

  • Pencemaran sungai dan air tanah
  • Risiko ledakan dan kebocoran pipa
  • Gempa bumi dan amblesan tanah
  • Alih fungsi lahan serta hilangnya biodiversitas

Salah satu contoh nyata adalah insiden ledakan yang terjadi di PLTP Dieng pada tahun 2007, yang melukai 14 orang. Ledakan serupa terjadi lagi pada tahun 2016 dan 2022. Di Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) juga terjadi peristiwa tragis pada tahun 2021, yang menewaskan 5 orang dan mengakibatkan banyak warga lainnya dirawat di rumah sakit. Pada tahun 2022, dua ledakan kembali terjadi dengan total 73 korban.

Meski pemerintah berjanji akan melestarikan lingkungan demi keberlangsungan hidup masyarakat, banyak yang mempertanyakan kebijakan ini. Sejauh mana masyarakat yang terkena dampak terlibat dalam pengambilan keputusan? Apakah keuntungan dari proyek ini sebanding dengan risiko yang harus ditanggung oleh masyarakat dan lingkungan?

Pihak Walhi Jatim juga menyatakan bahwa proyek ini harus dipertanyakan dengan serius. Keberlangsungan hidup masyarakat dan kelestarian alam harus menjadi prioritas utama.