Menjelang perayaan Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Barat, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) di DPRD Jawa Barat mengangkat lima isu krusial yang perlu diperhatikan. Lima isu tersebut adalah kemiskinan, pengangguran, stunting, inflasi, dan ketahanan pangan.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat, Muhammad Jaenudin, menekankan pentingnya menciptakan lapangan kerja sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. "Lapangan kerja yang banyak tentu berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat. Ini salah satu upaya mengurangi kemiskinan di Jawa Barat," ucapnya.
Jawa Barat merupakan provinsi yang luas dengan populasi padat. Oleh karena itu, Jaenudin menegaskan perlu adanya investasi yang lebih besar agar lapangan pekerjaan dapat dibuka lebih luas. "Kita harus membuka seluas-luasnya investasi dan lapangan pekerjaan," tegasnya.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan dan industri. Hal ini sangat memprihatinkan karena bertolak belakang dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2022 yang mengatur Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat untuk tahun 2022-2042, yang melarang pembangunan di sektor-sektor yang sudah ditentukan, termasuk lahan pertanian.
Jaenudin juga menyoroti masalah stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi. "Untuk mengatasi stunting, pemerintah daerah harus memberikan perhatian khusus terhadap alokasi anggaran yang memadai," jelasnya.
Kepedulian terhadap isu-isu ini diharapkan dapat membantu mengembangkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat dan memperkuat ketahanan pangan di provinsi yang kaya akan sumber daya ini.
