Seorang pejabat sipil Inggris, Mark Smith, telah mengundurkan diri dari jabatannya karena merasa khawatir bahwa pemerintahnya terlibat dalam kejahatan perang yang terjadi di Gaza. Keputusan ini terungkap melalui dua sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Salah satu sumber yang merupakan pejabat pemerintah Inggris di Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa setelah pengunduran diri Smith, seorang pejabat senior mengirim email kepada staf, menjelaskan bahwa kekhawatiran tersebut didengar dan bahwa sesi dengar pendapat akan segera diadakan. Namun, Kementerian Luar Negeri menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut mengenai pengunduran diri ini.
Isi surat pengunduran diri Smith pertama kali dibagikan oleh jurnalis terkenal Hind Hassan di social media X pada malam Jumat. Dalam suratnya, Smith menyatakan, “Dengan berat hati saya mengundurkan diri setelah berkarir lama di jasa diplomatik. Namun, saya tidak bisa lagi menjalankan tugas saya sambil mengetahui bahwa Departemen ini mungkin terlibat dalam kejahatan perang.”
Dalam surat tersebut, Smith juga membagikan latar belakangnya sebagai mantan pemegang tanggung jawab dalam proses penilaian lisensi ekspor senjata di Departemen Timur Tengah dan Afrika Utara. Ia menyebut dirinya sebagai "ahli di bidang kebijakan penjualan senjata." Smith mengungkapkan, “Tidak ada justifikasi untuk penjualan senjata Inggris yang terus berlanjut ke Israel, namun hal itu tetap terjadi.”
Lebih lanjut, Smith mengatakan bahwa ia telah mengomunikasikan kekhawatirannya kepada atasan di berbagai level, termasuk melalui investigasi resmi, namun hanya mendapat respons berupa ucapan terima kasih atas perhatian yang ia sampaikan.
Surat pengunduran diri yang dibagikan pada social media tersebut memperoleh dukungan luas dari publik. Ini menjadi salah satu pengunduran diri pertama dari pejabat Inggris terkait perang Israel di Gaza.
Francesca Albanese, Komisaris Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina, menyatakan harapannya agar lebih banyak diplomat akan meniru keberanian Mark Smith dan bersuara melawan pihak-pihak yang mendukung kejahatan Israel. Yasmine Ahmed, Direktur Human Rights Watch di Inggris, juga menggambarkan Smith sebagai sosok yang “berani.”
Menanggapi situasi ini, Ahmed mengutip ucapan George Orwell, “Kebebasan adalah hak untuk memberi tahu orang-orang tentang apa yang tidak ingin mereka dengar.” Hal ini menegaskan pentingnya berbicara tentang pelanggaran hak asasi manusia di seluruh dunia, termasuk situasi di Gaza.
pejabat sipil Inggris Gaza kejahatan perang pengunduran diri
