UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mengeluarkan pernyataan penting. Mereka meminta jeda kemanusiaan selama tujuh hari di Gaza. Tujuan dari jeda ini adalah untuk meluncurkan dua putaran kampanye vaksinasi polio akhir bulan Agustus ini.
Dalam pernyataan tersebut, UNICEF mengatakan bahwa jeda ini akan memungkinkan anak-anak dan keluarga untuk dengan aman mencapai fasilitas kesehatan. Selain itu, para pekerja kesehatan komunitas juga dapat menjangkau anak-anak yang tidak bisa mengakses layanan kesehatan untuk vaksinasi polio.
UNICEF menegaskan, kampanye vaksinasi tidak akan bisa dilaksanakan tanpa jeda kemanusiaan tersebut. Sebelumnya, dalam kerjasama dengan Kementerian Kesehatan Palestina, dua kali vaksin polio oral baru tipe 2 telah diberikan kepada lebih dari 640.000 anak di bawah usia 10 tahun.
Sejak Israel mulai menggempur Gaza pada bulan Oktober, telah ada beberapa peringatan tentang kemungkinan meledaknya wabah penyakit akibat kerusakan infrastruktur kesehatan, air, dan sanitasi. Pada bulan Juli, WHO memperingatkan tentang penyebaran polio di Gaza. Polio adalah penyakit infeksius yang sangat menular, dapat menyebabkan kelumpuhan pada anggota tubuh penderitanya.
Israel juga mulai menawarkan vaksinasi polio kepada tentaranya yang sedang beroperasi di Gaza, setelah ditemukan sisa-sisa virus di sampel-sampel uji dari wilayah tersebut. Ayadil Saparbekov, ketua tim WHO untuk keadaan darurat kesehatan di Gaza dan Tepi Barat, menyatakan bahwa virus polio yang didapat dari vaksin telah diisolasi dari sampel lingkungan yang diambil dari saluran pembuangan.
“Ada risiko tinggi penyebaran virus polio yang didapat dari vaksin di Gaza, bukan hanya karena deteksi virus, namun juga karena kondisi sanitasi air yang sangat parah,” ungkapnya dalam sebuah konferensi pers di Jenewa melalui tautan video dari Yerusalem. “Ini juga dapat menyebar ke daerah lain, pada titik yang sangat tinggi.”
Pada akhir Juli, Kementerian Kesehatan Gaza mendeklarasikan wilayahnya sebagai “zona epidemi polio” karena penemuan virus dalam sampel air limbah dan saluran pembuangan, meskipun penyakit ini telah dihapuskan di Palestina selama bertahun-tahun.
