Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Juara Tinju Aljazair Imane Khelif Ajukan Gugatan Terhadap JK Rowling dan Elon Musk

Imane Khelif, petinju asal Aljazair dan juara Olimpiade, telah mengajukan gugatan pelecehan online di kantor kejaksaan Paris. Tindakan hukum ini mengikuti minggu-minggu penuh dengan serangan dan penghinaan yang diterimanya terkait dengan gendernya setelah penampilannya yang mencolok di Olimpiade Paris.

Menurut pengacarnya, Nabil Boudi, Khelif menjadi sasaran “kampanye misoginis, rasis, dan seksis.” Khelif, yang meraih medali emas di kategori berat badan 66 kg putri, mengalahkan juara dunia Yang Liu melalui keputusan bulat pada hari Jumat setelah beberapa pekan mendapat penyiksaan secara online yang digambarkan oleh pengacaranya sebagai “lynching digital.”

Khelif menjadi sorotan media internasional ketika petinju Italia, Angela Carini, menarik diri hanya 46 detik setelah pertandingannya dimulai dan menolak untuk menjabat tangan Khelif. Insiden ini memicu perhatian luas, termasuk komentar dari pemimpin dunia dan selebriti yang mempertanyakan kelayakan Khelif untuk bertanding.

Penulis asal Inggris, yang dikenal dengan nama pena JK Rowling, menyebut Khelif sebagai “laki-laki” dan menuduhnya “menikmati penderitaan seorang wanita yang baru saja dipukul di kepala, yang cita-cita hidupnya hancur.” Selain itu, calon presiden AS, Donald Trump, di platform Truth Social menyatakan: “Saya akan menjaga pria dari olahraga wanita,” sementara calon wakil presidennya, JD Vance, menekankan bahwa “ide Kamala Harris tentang gender” telah menyebabkan “seorang pria dewasa memukul seorang wanita dalam pertandingan tinju.”

Elon Musk juga turut berkomentar dengan membagikan postingan perenang Riley Gaines yang menyatakan bahwa “pria tidak memiliki tempat di olahraga wanita,” dengan menambahkan: “Tentu saja.”

Penting untuk dicatat bahwa Khelif tidak pernah mengidentifikasi dirinya sebagai pria, transgender, atau interseks, yang merupakan istilah yang merujuk pada orang dengan karakteristik seksual pria dan wanita. Meski demikian, Khelif mengalami diskwalifikasi dari Kejuaraan Atletik Dunia 2023 setelah gagal lolos tes kelayakan gender yang tidak disebutkan. Keputusan ini telah dianggap sebagai “keputusan sewenang-wenang yang diambil tanpa prosedur yang tepat” oleh Komite Olimpiade Internasional.

Menanggapi kampanye negatif terhadapnya, Khelif berpesan: “Pesan saya kepada seluruh dunia adalah agar mereka berkomitmen pada prinsip-prinsip Olimpiade dan tidak membuli orang.”