Pada 25 Juli, Badan Pendapatan Kanada (Canada Revenue Agency) mencabut status amal dari dua organisasi yang mendukung Israel, salah satunya adalah Jewish National Fund of Canada (JNF Canada). Keputusan ini diambil setelah menjalani audit yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Audit tersebut menunjukkan bahwa JNF telah menggunakan sumbangan yang diterima untuk mendanai infrastruktur militer Israel. Hal ini dianggap melanggar Kode Pajak Kanada karena dana tersebut seharusnya digunakan untuk kegiatan amal yang tidak terkait dengan tentara asing.
Sebanyak 25 persen dari anggaran JNF Canada berasal dari pajak yang dibayarkan masyarakat Kanada. Ini menjadi alasan utama mengapa pemerintah Kanada bertindak tegas dalam mencabut status amal organisasi tersebut.
Organisasi kedua yang juga kehilangan status amalnya adalah Ne’eman Foundation. Organisasi ini diketahui memiliki keterkaitan dengan unit pembunuhan rahasia bernama Duvdevan serta mendukung para prajurit biasa dan gerakan pemukiman di Israel. Ne’eman juga memberikan dana untuk gerakan pemukiman yang dipimpin oleh Daniella Weiss, yang mendukung pemukiman Israel di seluruh wilayah Palestina yang diduduki.
Daniella Weiss telah masuk dalam daftar sanksi Kanada pada bulan Juni tahun ini. Kasus ini menjadi perhatian besar, karena ini adalah kedua kalinya Kanada mencabut status amal organisasi pro-Israel. Sebelumnya, pada tahun 2019, Beth Oloth Charitable Organization juga kehilangan statusnya karena berusaha “meningkatkan efisiensi dan efektivitas angkatan bersenjata Israel”.
Kampanye selama bertahun-tahun yang dikenal dengan nama #StopJNFCanada merupakan usaha yang dilakukan oleh aktivis Palestina dan Yahudi di Kanada. Secara khusus, mereka akan muncul di pengadilan untuk menghadapi gugatan JNF terhadap CRA. Keputusan terbaru ini mempertimbangkan laporan-laporan yang telah ada selama beberapa dekade mengenai aktivitas JNF.
Rabbi David Mivasair dari Independent Jewish Voices menyatakan kegembiraannya di media sosial. Ia mengatakan, “Pencabutan status JNF oleh Kanada akan menjadi contoh untuk negara lain, jika masyarakat di negara lain melaporkan fakta secara sistematis kepada badan regulasi mereka.” Mivasair pun mengajak orang-orang yang ingin melakukan hal serupa di negara mereka untuk mendekatinya.
Para akademisi dan pengguna media sosial lainnya juga memuji langkah Kanada. Salah satu akademisi, Rami Khouri, menyatakan, “Sanksi berbasis etika seperti ini adalah apa yang diperlukan untuk mengakhiri aktivitas kriminal Israel, seperti yang terjadi di Afrika Selatan pada masa Apartheid.”
